Powered By Blogger

Monday, December 27, 2010

SUNAN KUNING (SISI LAIN)

Lalu lalang para pencari kenikmatan, sedang mencari kupu kupu malam yang tengah terjaga di malam hari, inilah suatu kehidupan yang nyata bagi mereka, tapi sesungguhnya ini bukanlah pekerjaan yang mereka inginkan, tapi hidup tidak berpihak pada mereka, mungkin inilah satu satunya jalan yang mereka tau dan mereka bisa lakukan, guna mendapatkan sejumlah materi dengan cara yang lebih praktis, sejumlah pedagang pun ikut mendapat rezeki dari kegiatan malam yang gegap gempita ini, dari sejumlah pelanggan yang mencari sejenak kenikmatan kupu kupu malam dan para pelakon yang memyajikan keceriaan malam, mulai dari kios kios minuman hingga makanan pun ada di sekitarnya, inilah sisi lain dari gemerlapnya malam di 'SUNAN KUNING', sebuah realita yang ku anggap nyata. Halal atau haramkah pekerjaan si penjual makanan dan minuman itu yang menjajakan sajiannya d rumah dosa itu, tapi yang jelas aku hanya menyadari mereka jg butuh hidup, jd kalau sudah seperti ini dimanakah letak dosa dan pahala harus ditempatkan...

KALIMAT SEDERHANA

TAK INGIN

Tak ingin rasanya berpisah, tak ingin sedetik pun,

Tapi inilah hidup yang tak bs kutebak, kemana akan melangkah,

Berharap untuk lebih akan lebih menyakitkan hati ini,

Berharap untuk besama terasa bagai khayalan bagiku,

Tapi aku ingin kau tau, aku menunggumu di puncak penantian,

Berdiri dengan tegak hingga sampai aku tak sanggup berdiri lagi,

Dan dengan kedua lututku aku bertahan,

hingga aku tak mampu untuk bertahan,

dan aku akan terjatuh dari puncak penantian,

hingga mati dengan membawa cintamu.


MAHAKARYA

Sebuah mahakarya akan hadirnya mempesona setiap adam…

Menggugah keindahan yang telihat disekitar pandangan…

Tak berkedip kurasakan, tak terpejamkan…

Karna kau mahakarya yang diberikannya untukku..


KEPASTIAN CINTA

Sempat aku ragu akan sesuatu

akan hal yang mengganggu hatiku

sempat aku merasa tak berdaya

ketika aku sendiri dan terluka

kau tak pernah bilang maumu

kau selalu membisu tanpa kata

tanpa penjelasan dan kepastian

kepastian akan cinta, cinta kita....


HINGGA AKHIR KEPERGIANKU

Seumpama pena yang tegas mengoreskan tintanya..

Selayak kertas yang selalu setia menerima setiap goresan..

Tak berujung jalan yang kuharapkan..

Tak berdetak jantung yang kurasakan..

Saat aku tak merasakan lagi kehadiran..

Kehadiran akan sosok yang kuidamkan dulu..

Dimana dulu pena yang pernah mengambarkan keindahan..

Apakah pena itu telah hilang..

Seiring perjalanan waktu yang tlah dijalani..

Apakah pena itu telah habis tintanya..

Hingga kau tak mampu untuk menggoreskannya lagi..

Sungguhh..sungguhh aku tak tau, aku tak mengerti..

Apakah kertas ini telah terisi penuh oleh tintamu..

Aku rasa tidak..

Aku merasa masih banyak ruang untuk kau menggoreskan pena itu..

Aku rasa kertas ini akan cukup untuk menemaniku hingga akhir..

Hingga akhir kepergianku..


KEBAIKAN

tanah kubur dan batu nisan

hanya sebagai tanda karna kita pernah ada di dunia

berikanlah semua kebaikanmu di dunia

biar menjadi tanda kita akan abadi di surga


BELUM TENTU ADA

hari ini kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara

hari ini kita masi bisa tertawa dan menangis

hari ini kita masi bisa berbuat kebaikan bagi sesama

lakukanlah itu hari ini karna besok kita belum tentu ada


BAHAGIAKAN!!!

sejenak aku merenung

dalam renunganku kulihat seorang tua yang sedang duduk di kursi kayu

dia terlihat lesu dan matanya pun tampak kosong

yang aku lihat hanya kesedihan yang dia punya

seketika aku bertanya, mengapa kau seperti ini?

dia menjawab, aku hanya menantikan anakku yang tak jua pulang

apakah dia akan membiarkanku sendiri di sini tua dan mati!!!

NB : bahagiakan orang tuamu sebelum kau bahagiakan orang lain


SANG PENCIPTA

bukan mentari, bukan bintang, bukan juga rembulan..

yang mendatangkan cahaya..

semua itu hanya perantara

tapi allah swt lah yang membuat semua itu bekerja seperti yang semestinya..



PENDOSA DAN SANG TUHAN


Ketika mentari bergerak, dia tak akan tau menuju kemana….dan tak tau ingin berhenti dimana…

Ooo…pancaran sinar yang begitu terang….menyilaukan pandangan siapa pun yang melihat….

Siapakah yang membuatnya seperti itu….apakah aku..kamu…atau dia…

Aku Cuma tidak tau apa yang pantas menjadikan jawabannya…

Ada yang bilang padaku….semua itu tuhan yang menciptakannya…..

Benarkah semua cerita itu…haruskah aku percaya dengan semua cerita itu…..

Ooo…mentari yang begitu indah…begitu mempesona….

Maukah kau sedikit berbagi pesonamu….sedikit cahayamu…untukku…

Yang mungkin bisa menerangiku…mencerahkan kembali jalanku….

Membuat aku bersih dan bersinar kembali…seperti aku waktu dilahirkan kedunia ini…..

Karena sekarang aku begitu kotor….dan bauku pun seperti bangkai binatang……

Apakah aku sanggup berjumpa dengan tuhanku dalam keadaan seperti ini….

Aku malu….sungguh aku sangat malu……dan aku takkan sanggup….

Mereka bilang aku pelacur….pendosa….pembunuh…dan entah dengan kata kata apa lagi mereka mencerca dan memakiku…..

Benar….memang aku seorang pelacur…..pendosa, pembunuh dan entah apa lagi itu namanya….

Tapi taukah mereka mengapa aku jadi seperti ini……mereka hanya terus memaki, mencaci, dan mencercaku tiada habisnya….

Mereka anggap aku sampah yang takkan pernah berharga….

Biarlah itu menjadi ceritaku sendiri….dan untukku sendiri…

Aku takkan minta ampun kepada mereka….

Yang aku tau, aku hanya ingin di ampuni oleh tuhan ku….yang menciptakan aku….dan mengizinkan aku untuk hadir di dunia ini…

Tapi akankah DIA akan mengampuni segala dosa yang telah aku perbuat…….aku tidak tau!!!

Aku hanya berpasrah kepadaNYA….dan aku ingin kembali bersamaNYA….disisiNYA….

Wahai tuhan ku….kuihklas raga ini kepadamu…karena sesungguhnya segalanya adalah milikMU.

diary

tgl 28/des/2010
pagi ini tepat jam 2 pagi, aku mencoba untuk memulai merangkai kata..
menit berlalu tanpa menunggu, aku juga tak jua menemukan kata kata itu..
aku juga tak tau kata apa yang ingin aku tulis..benar benar kosong dan tak mengerti..
apa yang sedang kurasakan saat ini..aku buntu..
yang kulihat hanyak tembok kokoh dan tinggi..aku tak mungkin bisa menebusnya atau bahkan untuk memanjatnya pun aku tak sanggup..aku tak punya kekuatan..
kali ini aku merasa lemah..semua pikiranku terpecah pecah..aku bahkan tidak bisa mimikirkan satu hal..